Dewan Penyantun Dorong Ika Unj Jadi Motor Transformasi Kepemimpinan Bangsa
JAKARTA – Dr. Ir. Giwo Rubianto selaku Dewan Penyantun Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ), menekankan perlunya perubahan paradigma organisasi untuk periode 2026–2030. Ia mendorong IKA UNJ untuk melepaskan diri dari pola lama dan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih inklusif serta progresif.

Melalui pernyataan di akun resminya, Dr. Giwo menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Sebagai Dewan Penyantun, saya berharap IKA UNJ periode 2026–2030 semakin inklusif dan mampu memberikan kontribusi nyata,” ungkapnya.
Mencetak Pemimpin Global
Harapan ini sejalan dengan visi transformasi UNJ sebagai institusi pendidikan. Dr. Giwo menyoroti pentingnya kampus untuk terus berinovasi guna menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi di kancah global.
“UNJ harus terus bertransformasi menjadi pusat pendidikan inovatif yang melahirkan pemimpin bangsa berintegritas serta berdaya saing global,” tambah Dr. Giwo.
Pesan ini menjadi catatan penting bagi kepengurusan IKA UNJ yang baru untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi besar universitas. Sinergi antara alumni dan kampus diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan kepemimpinan nasional di masa depan.